Tagihan Listrik Intensif dan Dis-Intensif

Mulai April tagihan listrik Anda bisa lebih kecil dr biasanya atau malah lebih besar, tergantung pemakaian listrik Anda…Begini aturannya :

  1. Insentif, diberikan ke pelanggan yang bisa berhemat lebih dari 20% dari rata-rata nasional pemakaian listrik per bulan.
  2. Dis-insentif, diberikan ke pelanggan yang tidak berhemat, yaitu pemakaian listrik lebih besar dari 80% dari rata-rata nasional pemakaian listrik per bulan.

 Contoh : bukan ngajari neh….

Misal Pemakaian rata-rata nasional 100 kWh,  so nilai hematnya di 80 kWh…maksudnya kl konsumsi anda dibawah 80 kWh/bulan so Anda dapat insentif, Tapi kl konsumsi listrik Anda di atas 80 kWh so Anda dpt dis-insentif.           Gimana perhitungan insentif dan dis-insentifnya?

  1. Insentif = 0.2 x kWh yg dihemat x T *)
  2. Dis-insentif = 1.6 x kelebihan kWh x T *)

 *) T= tarif listrik tertinggi di golongan tertentu (liat di rek.listrik anda) Pemakaian listrik rata-rata nasional utk pelanggan rumah tangga per bulan:

  1. R-1 450 VA = 74.76 kWh
  2. R-1 900 VA = 115.48 kWh
  3. R-1 1300 VA = sekitar 195 kWh (belum dapat data pasti =)

 Program ini diberlakukan pada golongan pelanggan:

  1. Rumah tangga
  2. Bisnis (kecuali diatas 200 kVA)
  3. Pemerintah

7 Tanggapan

  1. berarti kalau listrik dirumah saya termasuk R-1 1300 VA dan pemakaian perbulan < 100 kWh dapat insentif dari PLN ? kalau belum dibilang menghemat juga, bagaimana lagi cara buat menghematnya? Pemakaian sudah listrik sudah dikurangi tetap diatas 95 kWh

  2. denger-denger ini cuma cara pemerintah mau naikin harga listrk yah ?

  3. Yah kayak iklan seluler juga… murah tapi menjebak..🙂

  4. ~Salam kenal..
    Ikutan komen yah..

    Menurut saya program insentif disinsentif bertujuan edukasi ke masyarakat untuk mulai sadar bahwa energi listrik itu mahal dan harus digunakan seperlunya. Tujuannya bukan mengeruk uang sebanyak2nya dari masyarakat tapi lebih ke ‘memaksa’ penghematan energi. emang sekarang mungkin kita merasa “kenapa sih dibatas2in secara gue sanggup bayar” tapi kan kita mikirnya lebih ke depan, bahwa BBM itu sumber daya gak terbarukan, subsidi ke PLN terlalu besar dan udah seharusnya dikurangin biar bisa dialihkan ke tempat lain.. ya kan?

    Maaf ya kalo komennya kepanjangan.
    Cuma bermaksud tukar pkiran aja koq🙂
    ohya, perhitungan insentif-disinsentif bisa dilihat di sini
    Moga bermanfaat ya..

  5. kok menjebak sih? rasanya beda jauh lah. Paling yg diprotes (seperti oleh YLKI) adalah konsumen di daerah yang rata-rata pemakaiannya rendah, sulit dapet insentif, dan sebaliknya di daerah yg rata-ratanya tinggi (seperti JKT) gampang dapet insentif. IMO sih, cukup adil kok.

    Intinya simple sih, listrik itu sesuatu yang makin susah didapat, ongkos bikinnya muahal, kalo abis kita semua susah, kalo naik semua kasian rakyat kecil yg hemat, jadi subsidi silang lah. Toh, sekalian nekan supaya yg berduit juga gak kebablasan, seperti toko-toko di sepanjang kramat jati yang dalam dua pintu ruko bisa pake lampu 40watt sampe puluhan biji hehehe.

    NB: judulnya kok intensif/disintensif bang? salah ketik ya🙂

  6. Lho.. Abang jalan2 ke sini juga..
    Pura-pura gak kenal ah *_*

    ~Komennya senada pulak tu.. doo.. maap ya sodara-sodara. Di atas bukan ngebela saya, beneran. Cuma kebetulan lagi kompak aja:mrgreen:

  7. wajar kalo pemerintah menaikan,,
    tinggal kesadaran masyarakat indonesia yang di ubah…
    terutama cara idup..
    kedisiplinan dan kesadaran akan pentingnya penghematan energi kurang disadari oleh kebanyakan dari warga indonesia..
    mka dari pada itu mulailah dari diri kita sendiri untuk memperbaiki negara ini menuju negara yang lebih maju dan dapat bersaing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: