Akreditasi Bukanlah Jaminan

Terkadang kesal juga melihat perusahaan-perusahaan yang mencari pegawai dengan kriteria salah satunya harus mempunyai Akreditasi Universitas A ataupun B. Apa yang di cari perusahaan tersebut yang mengutamakan status Akreditasi?

Melihat dari sisi yang berbeda, belum tentu status Akreditasi bisa menjamin dari seseorang mampu bekerja apalagi bila ia baru selesai menyelesaikan pendidikannya. Jelas pengalaman bekerja itu belum ada walau ia pernah magang disatu perusahaan. Tapi kenapa dengan status Akreditasi yang jelas ia bisa mengalahkan orang yang sudah berpengalaman di bidangnya yang  hanya mempunyai Akreditasi Universitas yang pas-pasan?

Titik dari seorang yang benar  Pekerja (versi saya sendiri bukan orang lain) adalah  kesungguhan dan kemampuannya menyelesaikan masalah dalam bidangnya. 

Kalau boleh saran buat kepada Perusahaan-perusahaan yang mengutamakan Akreditasi Universitas (tapi bukan kewajiban) “Berilah kesempatan pada seorang yang hanya mempunyai Akreditasi Universitas pas-pasan, karena belum tentu ia tidak sanggup bekerja”

Bagaimana menurut Anda?

12 Tanggapan

  1. Menurut saya, orang yang berhasil dalam akademik belum tentu berhasil dalam praktek dalam dunia nyata, saya sudah melihat banyak contohnya ^o^

  2. Perusahaan banyak juga kok yang aneh2. Di Bandung ini banyak juga yang pada penerimaan karyawan baru, si calon karyawan harus bisa Bahasa Mandarin, padahal posisi yang ditawarkan bukan penterjemah atau yang ada hubungannya dengan bahasa.
    Wah, kalau semua perusahaan Jepang mengharuskan calon karyawannya bisa berbahasa Jepang atau kalau semua perusahaan Korea mengharusnya calon karyawannya bisa berbahasa Korea, perusahaan Jerman harus bisa berbahasa Jerman, wah bisa2 berabé dong!😀

  3. kesempatan itu bukan diciptakan. Tapi ada memang sebagaimana adanya… kalau emang perusahaan yang kayak Um bilang, itu wajar… dan itu karakter perusahaannya. masih banyak yang laen koq… hehehe…

    Salam kenal anyway🙂

  4. Berilah kesempatan pada seorang yang hanya mempunyai Akreditasi Universitas pas-pasan, karena belum tentu ia tidak sanggup bekerja”
    ———————————————–
    @ perusahaan pasti lebih suka merekrut alumni dari PT yg sudah punya nama , akreditasi bagus dan kiprah alumninya bisa saja Pt kurang baik nila akreditasinya mencetak alumni yg handal namun secara rata2 masih kalah dengan PT yg sdah punya nama
    🙂
    lam kenal , KOMENT blog sy jg y

  5. biasa sarat itu hanya membatasi di administrasi dan emang menjengkelkan buat saya yg dari kampus ecek2…😐

    penetapan sarat seperti itu krn sang HRD ndak mau begitu repot😀

  6. wajarlah,
    si Perusahaan juga nggak mau gambling ngambil orang sembarangan. salah satu cara perusahaan mengukur calon karyawanya ya itu tadi melihat level akreditasi-universitasnya.

    Opini anda ini mungkin benar, tapi bagaimana perusahaan mengetahui kualitas kerja seorang yang lulus dari univ. dengan akreditasi pas-pasan?

  7. perusahaan ingin pekerja dari univ dgn akreditasi baik memang wajar, tapi itu jangan di jadikan dalam syarat utama penerimaan pegawai karena menurut saya, kredibilitas universitas tidak menjamin alumninya mempunyai kredibilitas yang sama.

    bahkan pegawai dari lulusan universitas belum tentu lebih baik dari lulusan SMA. semua berawal dari niat, usaha dan kerja keras seseorang untuk menjadi lebih baik setiap harinya.

  8. miris memang bagi yang merasa dia bukan lulusan dari non reputable university…….. tapi itu memnag sudah prosedur standar dari perusahaan untuk mengetahui bahwa calon karyawan yang dia butuhkan memang cukup berkompeten……. karena dari status akreditasinyalah kita bisa ngeliat kualitas dari mahasiswa tersebut………. toh udah ada yang menilai lewat BAN….. kita cukup kasih kepercayaan sama mereka aja deh……..

  9. ehm,emang nya unib akreditasinya apa sih?

  10. ehm,poltek juga akreditasinya apa sih?

  11. setuju om… prusahaan tuh jngan menyepelekan orang… saya juga lulusan SMK (Informatika)… Insya Alllah mampu brani bersaing dngan lulusan UV… yang smentara ni prusahaan butuh orang diliat dari titel Sarjana/D1/2/3… gimana keakhlian yang dimilikinya??? apa menunjang… ??? titel buat apa kalo tidak dibarengi sama kemampuan???

  12. Perusahaan masing-masing punya policy sendiri. Memang kalau mau fair harusdiberi kesempatan pada semua, tapi ya itu tadi kalau baru kenal memang tidak bisa tahu kompetensi pelamar. Selain akreditasi memang perusahaan juga harus menilai personality atau karakter calaon pegawai, karena sudah terbukti bahwa hal ini lebih penting dalam menunjang performa karyawan. Seorang karyawan yang pandai tapi tidak bisa bergaul pada akhirnya tidak akan bisa berkembang.

    Alternatif terbaik, untuk menghadapi kenyataan ini adalah mencari perusahaan2 yang tidak hanya menentukan pilihannya pada nilai akademik semata. Atau ciptakan peluang kerja sendiri. Dari nol. Banyak kok para pebisnis yang sukses sejak dari nol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: